Rakor BRMP Dorong PM-AAS Lebih Tepat Sasaran dan Berdampak bagi Petani
Belitung (brmpkalsel) --- Peningkatan produktivitas padi melalui program PM-AAS memerlukan dukungan teknologi, sarana produksi, dan pengawalan di lapangan. Hal tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan hari kedua Rapat Koordinasi (Rakor) Akselerasi Program dan Tata Kelola BRMP di Ballroom Hotel Sheraton, Belitung (7/10).
Rakor yang diikuti Tenaga Ahli Menteri, Direktur Wilayah, kepala balai, kepala pusat, kepala kelompok substansi, ketua tim kerja, tim I CARE, serta kelompok penyuluhan dari berbagai provinsi ini juga membahas akuntabilitas kinerja, tata kelola organisasi, pengelolaan anggaran, dan sinkronisasi pelaksanaan program strategis Kementerian Pertanian.
Dalam rapat pleno bersama Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, disampaikan bahwa produktivitas padi pada lokasi penerapan PM-AAS meningkat dari 5,68 ton menjadi 10,45 ton per hektare, atau bertambah 4,77 ton per hektare. Peningkatan tersebut didukung inovasi teknik budi daya, penggunaan benih bermutu, pemanfaatan alat dan mesin pertanian, serta perlindungan tanaman dari Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) dan Dampak Perubahan Iklim (DPI).
Dari sisi prasarana dan sarana pertanian, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) menekankan pentingnya ketersediaan sarana produksi, alat dan mesin pertanian untuk prapanen maupun pascapanen, serta penyaluran pupuk bersubsidi sesuai kebutuhan aktual petani. Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) juga menjadi bagian dari upaya melindungi petani dari risiko usaha tani.
Untuk memastikan dukungan tersebut tepat sasaran, penyuluh berperan memverifikasi dan mengawal data Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL), memantau penyaluran pupuk, serta mendampingi petani dalam penerapannya sesuai rekomendasi teknis. Akurasi data dan pengawasan di lapangan menjadi bagian penting dalam memastikan bantuan sesuai kebutuhan.
Melalui rakor ini, BRMP mendorong penguatan tata kelola dan koordinasi lintas unit kerja agar pelaksanaan PM-AAS berjalan lebih efektif dan terarah. Dengan dukungan teknologi, sarana produksi, serta pendampingan yang sesuai kebutuhan, program ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas usaha tani dan memberikan manfaat nyata bagi petani.